Sabtu, 09 Mei 2015

Industri Kreatif

Industri Kreatif




  Jumat, 8 Mei 2015 Bakal Deputi Ketua Badan Ekonomi Kreatif, Bapak Jay Wijajanto menjadi pembicara dalam kuliah umum tentang industri kreatif. Pak Jay saling membagi tentang pengalaman dirinya dengan cara yang asik yang membuat saya dan teman-teman sering dibuat tertawa :)).

  Hal pertama yang dibicarakan pak Jay adalah siapa orang yang kreatif ?, kami langsung menyebutkan tokoh-tokoh yang kami tahu menciptakan sesuatu yang kreatif yang sudah dikenal oleh orang banyak. Lalu Pak Jay menambahkan "orang yang kreatif adalah orang yang bisa menciptakan atau membuat sesuatu yang baru dan mempunyai arti, seperti bangku kuliah yang sedang kalian pakai, menyatukan meja dan kursi supaya tidak memakan tempat".


Pak Jay (memakai batik) yang sedang memberikan kuliah umum


  Lalu dalam hal mencari ataupun menjalankan sesuatu yang kreatif mempunyai etiket dan etika. Dalam hal apapun pasti ada yang namanya etika dan etiket. Ia juga menjelaskan bedanya ekonomi kreatif dan juga kreatif biasa. Yang namanya kreatif ekonomi itu kreatif yang bisa menghasilkan perputaran ekonomi, ada 16 sektor dalam ekonomi kreatif.

  Tapi ada satu hal yang sangat menarik bagi saya. Pak Jay mengambil suatu topik dari sebuah website, didalam website itu menyatakan bahwa orang asia selalu memenangkan lomba math atau fisika tetapi tidak pernah mendapatkan nobel. Semua dimulai karena kalau kita mencoba suatu hal yang baru yang berbeda, banyak yang tidak suka dan sebagainya. Berbeda dengan orang Amerika dan teman-temannya.
Salah satu slide dari Pak Jay


  Didalam pikiran kita saja sudah salah, kita lebih sering menggunakan di--- daripada me---. Kita lebih suka kata-kata di--- dari pada me---. Benar juga sih karena sudah kebiasaan dari kecil. Saya juga lebih suka dibuatkan pr dari pada mengerjakan pr. Saya setuju sekali dengan hal ini.

  Hal yang harus kita mulai yaitu hilangkan di--- dari pikiran kita dan tingkah laku kita, dan mulailah dengan me--- agar kita bisa memikirkan sesuatu yang baru atau menciptakan sesuatu yang kreatif. 

  Sekian laporan dari saya, mohon maaf bila ada hal-hal yang dianggap salah karena pengetahuan yang saya minim. Terima Kasih :).


Pak Jay dengan beberapa teman-teman Untar 



Sabtu, 28 Maret 2015

Pertemuan VI

Pertemuan ke VI membicarakan tentang Berpikir Literal

Berpikir Literal adalah alternatif berpikir yang berfokus pada perubahan konsep dan persepsi menggunakan metode. Jangan gali lubang dilubang yang sama terus, galilah dilubang yang lain.

Berpikir Literal memiliki 7 teknik yaitu,
1. Alternatif
2. Focus
3. Challenge
4. Random entry
5. Provocation & Movementakan atas ide baru
6. Harvesting 
7. Treatment of ideas 

Saya setuju dengan Edward de Bono pencetus Teori berpikir literal, bahwa jangan gali lubang dilubang yang sama terus, galilah lubang yang lain. Kalau kita terus menggali lubang yang dalam tapi tidak bisa menemukan yang diharapkan, kita akan sulit keluar lagi. Memang ada yang juga mengatakan kalau gak dicoba sampai akhir yah kita tidak bisa mendapatkan hasilnya. 
Menurut saya ini sangat bertolak belakang, tapi saya setuju dengan edward kita harus menggali lubang yang banyak. Mungkin kita fokusnya jadi terpisah-pisah. Tetapi kita harus coba dan kita lihat manakah yang bisa maju dan yang mana yang tidak bisa. Dan kita harus mempunyai sebuah batasan sampai mana kita harus memutuskan dimana kita harus maju atau mundur.

Tidak ada salahnya bila kita mencoba semua yang bisa kita ambil, karna menurut saya orang yang kreatif tidak hanya terpaku pada satu tujuan atau lubang tetapi keseluruh lubang. Bila dia sudah yakin dengan satu lubang yang dia pilih dia harus fokus pada lubang tersebut. Bila ternyata gagal, dia masih mempunyai lubang yang lainnya.

Pertemuan ke V

Pada pertemuan kali ini seharusnya dua kelompok yang maju untuk presentasi, karena waktu yang tidak mencukupi sehingga hanya 1 kelompok yang maju.
Pertemuan kali ini menjelaskan tentang Multiple Intelligence, Creative Intelligence, dan Lateral Thinking.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kreativitas untuk berkembang secara maksimal, berikut faktor-faktor yang dapat dipelajari:

  • Otak Kiri dan Kanan
  • Mind Mapping
  • Kelancaran
  • Fleksibilitas
  • Orisinalitas
  • Pengembangan Gagasan
  • Asosiasi

Saya mendapatkan sebuah pengetahuan dari dosen saya yang mengajarkan etika bagaimana cara melihat otak mana yang sering kita pakai. pertama-tama kita menjulurkan tangan kedepan lalu kita kepal tangan kita, bila ibu jari tangan kiri yang diatas berarti kita lebih dominan menggunakan otak kanan, sedangkan bila tangan kanan diatas kita dominan keotak kiri. Dan juga bila kita berpangku tanga, prinsipnya sama seperti yang ibu jari tadi. Saya tidak tahu juga hal itu benar atau tidak, tapi bisa membuat kita mengetahui kekuatan kita dan menggunakannya semaksimal mungkin.
Walaupun banyak yang bilang bahwa yang dominan keotak kanan itu biasanya orang-orang seni dan mereka kreatif, tapi bisa juga bahwa orang-orang yang menggunakan otak kiri lebih kreatif dibandingkan otak kanan, karena mereka melakukan sesuatu secara rasional menurut pendapat saya. 

Dan juga menurut saya mind mapping tidak selalu mempengaruhi seseorang untuk menjadi kreatif, tidak semua orang. Karena menurut saya dan teman-teman saya kami tidak bisa belajar dengan menggunakan mind mapping, malah tidak masuk keotak. Apa mungkin karena kami semua orangnya tidak kreatif atau memang tidak sesuai dengan diri kami.

Menurut saya kita bisa mengembangkan kekreatifan kita dengan melakukan apapun juga, tidak tergantung dengan yang ada diatas itu, karna yang namanya kreatif itu kan tidak dibatasi, kita harus mengetahui diri kita sendiri lebih dan lebih lagi.


Lalu ada 8 macam kecerdasan menurut Howard Gardener. Dan semua kecerdasan ini bisa bergabung menjadi satu, tidak semua bergabung jadi satu, tapi beberapa.
Seperti contoh yang waktu itu pak iswandono ceritakan tentang blog salah seorang teman saya yang menuliskan diblognya bahwa ayahnya seorang dokter tetapi suka bermusik. Itu gabungan dari kecerdasan musik dan naturalis. Contoh lainnya seperti Ruhut Sitompul yang sering dipanggil si poltak, dia itu pengacara yang juga bisa menjadi artis. Dia mempunyai 2 gabungan kecerdasan, dan mungkin ada gabungan kecerdasan yang lain, saya tidak tahu karna saya tidak mengenal dia, saya hanya mengetahui dia.

Lalu Ilham (mahasiswa) bertanya kepak iswandono, bahwa murid kursus dia mengatakan bahwa 'ngapain juga belajar statistik, kalau nanti juga gede jadi ibu rumah tangga'. Saya setuju dengan jawaban pak iswandono walaupun ada yang mau saya tambahkan. Pak iswandono berakata mungkin nanti pelajaran statistik itu bisa berguna dalam kehidupan rumah tangga dia seperti pembelanjaan,dll. Yang saya mau tambahkan adalah, kita tidak tahu apa yang akan terjadi oleh kita, setahun kemudian ataupun sedetik kemudian. Lebih baik mempelajari semuanya. Seperti saya, dulu saya bercita-cita menjadi seorang dokter, saya menaikan nilai-nilai IPA saya dan saya menganggap remeh pelajaran IPS, lalu ketika sma saya terkena sakit, disitu saya mengurungkan niat saya untuk menjadi dokter karena saya takut disuntik. Lalu akhirnya saya menyesal karena waktu itu saya tidak mempelajari IPS dengan sebaik-baik mungkin. Karna lebih baik kita mempelajari semuanya untuk menjadi pegangan kita  untuk masa depan kita.

Maaf jadi panjang dan ada curhat sedikit :).

Tapi saya agak penasaran, apakah ada orang yang mempunyai kedelapan kecerdasan itu ? bagaimana dia mendapatkannya? dan apakah itu bisa dibilang manusia sempurna?. 

Minggu, 15 Maret 2015

Pertemuan ke VI Hambatan Kreatifitas


Pertemuan ke VI pada kelas Creative Thinking oleh dosen Dwi Iswandono, dimana kelompok tiga dan empat menjelaskan tentang hambatan kreatifitas dan komponen ide kreatif.


Hambatan kreatifitas yaitu:
1. Kebiasaan. Kebiasaan pada umumnya dianggap sebagai hal yang tidak kreatif  karena kebiasaan adalah sebuah reaksi dan respon yang telah kita pelajari untuk bertindak secara otomatis tanpa berfikir terlebih dahulu. 

2. Waktu. Kesibukan adalah alasan klasik mengapa orang tidak bisa kreatif, yaitu tidak ada waktu. Orang selalu berpikir lebih baik saya menggunakan waktu saya melakukan sesuatu yang sudah pasti daripada melakukan sesuatu yang tidak pasti.

3. Dibanjiri Masalah dan merasa tidak ada masalah. Selalu merasa masalah itu selalu menghampiri jadi mereka tidak berani melangkah lebih jauh lagi, sudah merasanya nyaman pada status Quo. Dan juga ada yang merasa tidak mempunyai masalah jadi tidak usah memikirkan solusi atau tindakan yang lain. Hal ini membuat manusia malas untuk berpikir.

4.Takut gagal. Takut gagal adalah hambatan kreatifitas terbesar menurut saya. Karna hampir orang didunia ini takut gagal. Karna itu banyak manusia yang sudah merasa nyaman dan tidak mau bergerak dari status quo.

5.Membutuhkan jawaban sekarang. Kebanyakan orang menginginkan jawaban yang pasti sekarang juga bukan jawaban besok ataupun nanti-nanti.

Jangan pernah berpikir tidak bisa menjadi orang yang kreatif karna hambatan yang diatas tersebut.

Menurut saya, hal yang paling jelas menjadi penghambatan kekreatifan adalah rasa malas yang begitu tinggi, dan juga kebiasaan. Biasanya saya sendiripun akan malas untuk melakukan sesuatu yang baru, karna sudah merasa nyaman dengan yang ada saat ini. Jadi banyak orang yang berpikir 'ngapain juga melakukan hal lain yang kita tidak tau bakal berhasil atau tidak, mending lanjutin yang ada saat ini aja'. Biasanya orang yang berpikir seperti itu adalah orang yang pemikirannya belum luas (seperti saya, walaupun cuman setengahnya :D). Dan juga rasa rendah diri yang sangat rendahh diri. Contohnya: dulu waktu saya sekolah, teman saya tidak bisa melakukan 1 soal matematika diwaktu ujian, saya langsung berpikir 'ngapain juga saya ngerjain, kalo siA aja gak bisa apalagi saya'. Padahal ternyata keesokan harinya dibahas oleh guru, soal itu ternyata bisa saya kerjakan 
-__-.

Lalu adanya  komponen ide kreatif, yang terdiri dari 
- Creativity (kreatifitas)
- Knowledge (pengetahuan)
- Stimulus (dorongan / usaha untuk mewujudkan ide)

Ketiga komponen tersebut adalah hal yang tak akan bisa dipisahkan dan harus ada bersamaan saat kita berusaha untuk membuat ide pemikiran kita menjadi nyata dan terpampang nyata.

Sejujurnya saya tidak terlalu ingat dengan presentasi kelompok empat, yang paling saya ingat adalah contoh yang diberikan oleh Ilham tentang IKEA yang belajar lagi dari kesalahan yang ia buat sebelumnya.

Berikut adalah penjelasan dari kelompok tiga dan empat. Terima kasih atas pengetahuan yang dibagikan kepada kami semua. Maaf bila penjelasan saya masih kurang.

Sabtu, 07 Maret 2015

Pertemuan III Sejarah Kreatifitas


Dipertemuan ketiga ini membahas tentang sejarah perkembangan kreatifitas, dijelaskan oleh kelompok satu bahwa ada 2 kriteria kreatifitas:
1. Suatu gagasan dikatakan kreatif apabila memiliki kriteria baru didalam beberapa aspeknya. Kriteria baru dapat mencakup dua perspektig: psikologis dan budaya.
2. Suatu gagasan baru yang dihasilkan harus dapat berguna bagi penyelesaian masalah atau meningkatkan suatu produk.

Kreatifitas Indonesia sangat tinggi. Hal itu disebabkan karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat berlimpah hasil sumber daya alamnya dan juga bencana alam yang muncul.
Seperti contoh kekereatifan orang Indonesia :
1. Rumah Honai
Honai sengaja dibangun sempit atau kecil dan tidak berjendela yang mempunyai tujuan untuk menahan hawa dingin pegunungan di Papua.
2. Rumah Panjang
Rumah panjang dibangun tinggi karena berfungsi untuk menghindari serangan binatang buas

Dan masih banyak lagi kreatifitas yang dilakukan oleh orang Indonesia.

Bisa dibilang bahwa sejarah kreatifitas manusia dimulai sejak meletusnya gunung berapi pertama yang membuat terpisahnya pulau-pulau didunia, yang membuat orang menjadi berpikir kreatif.


Hal diatas merupakan penjelasan dari kelompok satu tentang sejarah kreatifitas, hanya contohnya saya ubah. Presentasi yang diberikan oleh kelompok satu sudah baik hanya kurang penjelasan detail tentang bagaimana kekreatifan manusia muncul dan juga contoh contoh yang diberikan kurang begitu banyak jadi tidak bisa mengajak para pendengar lebih tertarik lagi.

Menurut saya Berpikir kreatif itu bisa dikarenakan oleh keadaan yang mendesak yang membuat seseorang untuk melakukan sesuatu. Contohnya seperti pembuatan bendera kebangsaan kita yaitu merah putih. Bendera itu dibuat hanya dalam beberapa jam saja dengan menggunakan bahan apa adanya saja yang ada saat itu oleh Ibu Negara pertama kita, Fatmawati.

Mohon maaf bila penjelasan saya kurang jelas, karena saya masih bingung dengan tugas yang diberikan.
Terima Kasih


Sumber:
Pribadi
Dosen Creative Thinking FIKom UNTAR Dwi Iswandono
Presentasi Kelompok 1
Wikipedia

Kamis, 05 Maret 2015

Pertemuan II

Pertemuan ke dua dengan Pak Donny memberitahukan definisi-definisi dari kreatifitas.

Kreatifitas adalah dasar dari suatu inovasi. 
Kreatifitas adalah pencipataan sesuatu yang bermanfaat.
Kreatifitas adalah  proses untuk menghasilkan sesuatu yang baru, bisa berupa pemikiran, gagasan, produk dalam bentuk atau rangkaian yang menghasilkan.
Kreatifitas adalah kreasi sesuatu yang baru dan orsinil secara kebetulan, dengan terdapatnya bukti yang nyata dari hasil pekerjaan yang dilakukan.
Kreatifitas adalah menciptakan sesuatu yang baru yang berbeda dari yang sebelumnya. Baru yang dimaksud juga bisa merupakan gabungan dari beberapa gagasan yang ada sebelumnya.

Sebagai contoh orang yang bekerja dibidang seni, biasanya kita melihat dia berpakaian 'berantakan', tetapi itu yang membuat dia nyaman untuk mencari inspiratif baru. Bila dia dipaksakan untuk melakukan yang tidak ia suka, maka kekreatifannya bisa buyar. 

Awal dari kreatifitas adalah ide. Orang yang bisa mengeluarkan banyak ide, bisa disebut sebagai orang yang kreatif.

Jadi ada berbagai manfaat dari kreatifitas:
1. Menjadi faktor kesuksesan
2. Awal terjadinya perubahan
3. Dapat meningkatkan motivasi kepada yang lain dan dirinya sendiri untuk melakukan yang lebih
4. Meningkatkan Kualitas dan Taraf Hidup Manusia


Karena teknologi semakin maju dan berkembang, maka pola pikir manusiapun semakin berubah. Oleh sebab itu tantangan menjadi semakin besar. Karena itulah kita juga harus berkembang mengikuti zaman, jangan hanya mengikuti dan menikmati yang ada saja, tetapi terus berpikir maju kedepan dan membuat sesuatu yang kreatif.

Pertemuan I : Pengantar Kreatifitas

Pada pertemuan pertama dengan Pak Donny, Pak Donny menjelaskan tentang mata kuliah Creative Thinking. Dan juga menjelaskan tentang tujuan perkuliahan, strategi pembelajaran, jadwal, materi, tugas kuliah, penilaian, dan juga buku referensi yang akan kami gunakan selama perkuliahan berlangsung.

Pak Donny juga memberikan pertanyaan seperti "Apa yang akan kami pelajari dari Creative thinking sebagai mahasiswa? Apa itu kreativitas? Apakah setiap orang memiliki kreatif? Apakah kami tidak memiliki kreatif sehingga itu menjadi mata kuliah bagi kami?"

Pak Donny juga memberikan kami  tugas mingguan untuk membuat blog tentang apa yang kita pelajari pada hari itu. Sejujurnya saya kurang mengerti karena dipertemuan pertama saya tidak hadir. Maka karena itu saya sangat berterima kasih kepada teman-teman yang membantu saya untuk memberitahukan apa yang Pak Donny jelaskan pada pertemuan pertama.




Sekian

Terima Kasih