Industri Kreatif
Jumat, 8 Mei 2015 Bakal Deputi Ketua Badan Ekonomi Kreatif, Bapak Jay Wijajanto menjadi pembicara dalam kuliah umum tentang industri kreatif. Pak Jay saling membagi tentang pengalaman dirinya dengan cara yang asik yang membuat saya dan teman-teman sering dibuat tertawa :)).
Hal pertama yang dibicarakan pak Jay adalah siapa orang yang kreatif ?, kami langsung menyebutkan tokoh-tokoh yang kami tahu menciptakan sesuatu yang kreatif yang sudah dikenal oleh orang banyak. Lalu Pak Jay menambahkan "orang yang kreatif adalah orang yang bisa menciptakan atau membuat sesuatu yang baru dan mempunyai arti, seperti bangku kuliah yang sedang kalian pakai, menyatukan meja dan kursi supaya tidak memakan tempat".
Lalu dalam hal mencari ataupun menjalankan sesuatu yang kreatif mempunyai etiket dan etika. Dalam hal apapun pasti ada yang namanya etika dan etiket. Ia juga menjelaskan bedanya ekonomi kreatif dan juga kreatif biasa. Yang namanya kreatif ekonomi itu kreatif yang bisa menghasilkan perputaran ekonomi, ada 16 sektor dalam ekonomi kreatif.
Tapi ada satu hal yang sangat menarik bagi saya. Pak Jay mengambil suatu topik dari sebuah website, didalam website itu menyatakan bahwa orang asia selalu memenangkan lomba math atau fisika tetapi tidak pernah mendapatkan nobel. Semua dimulai karena kalau kita mencoba suatu hal yang baru yang berbeda, banyak yang tidak suka dan sebagainya. Berbeda dengan orang Amerika dan teman-temannya.
Didalam pikiran kita saja sudah salah, kita lebih sering menggunakan di--- daripada me---. Kita lebih suka kata-kata di--- dari pada me---. Benar juga sih karena sudah kebiasaan dari kecil. Saya juga lebih suka dibuatkan pr dari pada mengerjakan pr. Saya setuju sekali dengan hal ini.
Hal yang harus kita mulai yaitu hilangkan di--- dari pikiran kita dan tingkah laku kita, dan mulailah dengan me--- agar kita bisa memikirkan sesuatu yang baru atau menciptakan sesuatu yang kreatif.
Pak Jay (memakai batik) yang sedang memberikan kuliah umum
Tapi ada satu hal yang sangat menarik bagi saya. Pak Jay mengambil suatu topik dari sebuah website, didalam website itu menyatakan bahwa orang asia selalu memenangkan lomba math atau fisika tetapi tidak pernah mendapatkan nobel. Semua dimulai karena kalau kita mencoba suatu hal yang baru yang berbeda, banyak yang tidak suka dan sebagainya. Berbeda dengan orang Amerika dan teman-temannya.
Salah satu slide dari Pak Jay
Didalam pikiran kita saja sudah salah, kita lebih sering menggunakan di--- daripada me---. Kita lebih suka kata-kata di--- dari pada me---. Benar juga sih karena sudah kebiasaan dari kecil. Saya juga lebih suka dibuatkan pr dari pada mengerjakan pr. Saya setuju sekali dengan hal ini.
Hal yang harus kita mulai yaitu hilangkan di--- dari pikiran kita dan tingkah laku kita, dan mulailah dengan me--- agar kita bisa memikirkan sesuatu yang baru atau menciptakan sesuatu yang kreatif.
Sekian laporan dari saya, mohon maaf bila ada hal-hal yang dianggap salah karena pengetahuan yang saya minim. Terima Kasih :).
Pak Jay dengan beberapa teman-teman Untar



Tidak ada komentar:
Posting Komentar